Mantra Penglaris Yang Ada Di Tanah MinangKabau, Ini Rahasianya

Mantra Penglaris Yang Ada Di Tanah MinangKabau, Ini Rahasianya – Salah satu jenis sastra lisan adalah mantra. Mantra merupakan salah satu sastra lisan tertua di Minangkabau yang diwarisi dari mulut kemulut. Pada masa dahulu, mantra sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Minangkabau. Dalam setiap kegiatan atau pun acara masyarakat tidak terlepas dari mantra. Pada masa dahulu,  masyarakat mempercayai dukun secara tradisional seperti dengan kain yang diberi jimat di dalamnya dan parfum yang sudah ditawarkan. Mantra juga sulit dipahami oleh masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh bunyi dari mantra itu sendiri sulit untuk dimengerti.

Namun, setelah agama Islam dianut oleh orang Minangkabau, mantra sudah disempurnakan dengan menambah kata yang sesuai dengan ajaran Islam seperti Muhammad, Allah, Malaikat, Rasulullah, dengan Bismillah, berkat kalimat Lailahaillah, dan sebagainya. Namun seiring berkembangnya zaman dan bertambah majunya teknologi khususnya pada media komunikasi modern seperti televisi, radio, dan yang lainnya mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan dan pelestarian mantra. Masyarakat modern berasumsi bahwa pemakaian mantra itu adalah sebuah hal yang sudah kuno dan tidak cocok lagi dipakai pada zaman sekarang ini, sehingga peminat terhadap mantra itu berkurang dan begitu juga pelestariannya.

Struktur Mantra Pelaris Dagangan di Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam.

Analisis teks mantra berdasarkan struktur mantra pelaris dagangan  terdiri atas, pembukaan mantra, isi mantra, dan penutup mantra pelaris dagangan di Hilia Parik Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Berdasarkan dari tiga informan pada setiap pembukaan selalu diawali dengan basmallah. Pada isi mantra masing-masing informan membacakan mantra pelaris dagangan dengan cara yang sama menggunakan bahasa Minangkabau dan meminta pertolongan hanya kepada Allah Swt. Pada bagian penutup ketiga informan mengakhiri mantra pelaris dagangan dengan “barakaik laaillahaillallah”. Jadi pada intinya, ketiga mantra yang dibacakan oleh dukun atau informan yakin dan percaya kepada Allah Swt. Mereka meminta pertolongan kepada Allah agar membuang sial, kotoran dan penyakit yang ada di tempat dagangan pasien.

Aspek-aspek Pendukung Pembacaan Mantra Pelaris Dagangan di Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam 

  1. Waktu dalam Membacakan Mantra

Waktu dalam membacakan mantra pelaris dagangan  berdasarkan ketiga informan tidak ditentukan, boleh kapan saja tergantung pasien. Mantra boleh dibacakan pada pagi hari, siang, sore dan malam hari. Hanya saja tidak boleh pada waktu sholat, baik sholat wajib ataupun sunat. b. Tempat Membawakan Mantra

Pada tempat membawakan mantra terdapat sedikit perbedaan. Dukun Iwat metetapkan tempat pengobatannya yang berada di ruang khusus yang berada di dekat ruang tamunya. Beliau tidak menerima panggilan untuk mengobati orang lain selain di ruang khususnya itu, karena menurut beliau ruangannya itu sudah dicukupi peralatan dan perlengkapan untuk pengobatan. Sedangkan dukun Yur dan Mizwar tergantung pasien.  c. Peristiwa dalam membacakan mantra

Peristiwa dalam membacakan mantra hampir sama yaitu mantra dibacakan ketika pasien duduk dihadapan dukun. Mantra hanya dibacakan oleh dukun ketika mereka berhadapan.

b.Pelaku dalam Membawakan Mantra

Begitu pula dengan pelaku dalam membacakan mantra pelaris dagangan, hanya dukun atau pawang saja yang dapat membaca mantra pelaris dagangan. Sementara bagi anak-anak boleh ditemani oleh orang tua mereka.

c.Perlengkapan dalam Membawakan Mantra

Dalam perlengkapan dalam membacakan mantra terdapat sedikit perbedaan. Menurut dukun atau informan I, perlengkapan dalam membaca mantra pelaris dagangan  harus ada kumayan, asam, panci yang berisi air. Menurut dukun atau informan II, perlengkapan dalam membaca mantra pelaris dagangan  harus ada air 1 botol dan minyak bunga tanjung. Sedangkan, menurut dukun Mizar atau informan III, perlengkapan dalam membaca mantra pelaris dagangan  harus ada air 1 botol, asam 3 buah, bungo 7 rupa, minyak putri duyung dan kain kafan berukuran kecil bertuliskan ayat kursi. Jadi, perlengkapan masing-masing informan berbeda satu sama lain.

d.Cara Membawakan Mantra

Sama dengan informan yang pertama, kedua dan ketiga, dalam membacakan mantra mereka menggunakan lafal yang pelan, seperti berbisik, bersikap serius dan berkonsentrasi. Agar mantra yang mereka baca tidak salah dan langsung diterima atau tersambung kepada Allah Swt.

Itulah ulasan tentang Mantra Penglaris Yang Ada Di Tanah MinangKabau, Ini Rahasianya. Semoga artikel Mantra Penglaris Yang Ada Di Tanah MinangKabau, Ini Rahasianya ini bermanfaat untuk Anda.

Jika Anda ingin menggunakan sarana pelarisan yang AMPUH dari ilmu putih yang lebih halal dan islami, maka silahkan langsung hubungi Ki Joko Sableng. Beliau selaku guru pelarisan dagang akan membantu melariskan dagangan Anda dengan cara yang baik, yang tidak bertentagnan dengan ajaran Agama manapun.

Anda juga bisa menggunakan Uang Bibit sebagai sarana mendatangkan kekayaan dan kelancaran rejeki. Untuk mendapatkan sarana bertuah tersebut atau ingin konsultasi masalah dagangan langsung hubungi kontak 0816975404 atau klik whatsapp otomatis dibawah ini. Semoga bermanfaat.

 114 total views,  1 views today