Perbedaan Uang Bibit, Uang Asmak Dan Uang Balik

Perbedaan uang bibit dan uang asmak – Banyak sekali yang bertanya sebenarnya apa Perbedaan uang bibitt dan uang asmak tersebut? Kedua sarana ini biasanya di gunakan untuk kelancaran rejeki dan untuk pelarisan dagang. Mungkin dari Anda sudah pernah dengar salah satu atau kedua sarana ini. Atau mungkin dari anda tidak permah mendengar apa itu uang asmak dan uang bibit? Berikut penjelasannya singkat dan Perbedaan uang bibit dan uang asmak.

Belakangan ini banyak yang mengira bahwa uang asmak, uang bibit dan uang balik itu sama. Mereka mengira uang asmak, uang bibit dan uang balik itu adalah uang yang setelah dibelanjakan maka secara gaib akan kembali kepada kita. Ini merupakan logika yang salah kaprah. Dari segi manfaatnya memang ketiganya sama, yaitu sama sama memperlancar rejeki bagi pemiliknya. Namun dari segi karakteristik sedikit ada perbedaan dari ketiganya.

Uang bibit atau uang bibit pesugihan hampir sama dengan uang asmak. Bedanya, uang bibit lebih banyak digunakan oleh para pedagang atau mereka yang memiliki usaha. Bukan bekerja sebagai karyawan atau ibu rumah tangga. Boleh di katakan bahwa uang bibit ini khusus untuk orang yang punya usaha sedangkan uang asmak bisa digunakan untuk karyawan maupun untuk orang yang punya usaha.

Alasanya sederhana, uang bibit berfungsi sebagai bibit atau benih untuk mendatangkan kekayaan. Yaitu dengan cara mendatangkan uang dengan uang. Caranya, uang bibit harus disertakan dalam modal usaha. Supaya mengalir lancar dan memberikan berkah bagi pemiliknya. Oleh karena itu, uang bibit pesugihan yang diproses dengan benar seharusnya tidak boleh dirajah. Jika di gunakan untuk dagang biasanya memberikan manfaat untuk pelarisan, dan sebagainaya. Lalau apa perbedaanya dengan uang asmak?

Uang asmak dalam tata bahasa berasal dari kata uang dan asmak. Uang adalah alat pembayaran, sedangkan makna asmak adalah doa. Jadi bisa dikatakan uang asmak adalah uang yang didoakan dan diritualkan dengan metode dan cara tertentu, biasanya yang melakukan ritual ini adalah seorang guru spiritual atau paranormal yang memang benar-benar mampu mengisi energi kedalam sebuah benda.

Tujuan uang asmak dan uang bibit ini adalah sama, tidak lain adalah sebagai sarana untuk memperlancar rejeki. Bukan mendatangkan uang secara tiba-tiba. Tidaklah mungkin uang itu bisa datang sendiri secara tiba-tiba tanpa bekerja. Datangnya uang pasti dengan kerja keras, adapun supaya kerja keras tersebut bisa mudah dilakukan, maka menggunakan sarana spiritual seperti uang asmak dan uang bibit ini.

Jadi apakah uang asmak dan uang bibit ini dikatakan sakti? Tidak juga. Karena sarana tersebut adalah untuk membantu memperlancar rejeki. Rejeki itu datangnya tentu saja dari Tuhan. Jadi berdoa dan meminta rejeki ya sama Tuhan, bukan dari uang asmak ini. Uang asmak hanyalah sebagai sarana atau lantaran saja.

Beda lagi dengan uang balik, orang-orang kebanyakan percaya bahwa uang balik adalah uang yang bisa kembali setelah dibelanjakan. Jadi Anda belanja dengan uang balik, lalu setelah Anda pulang uang tersebut secara gaib akan kembali kepada Anda. Sebenarnya hal ini merupakan mustahil dan tidaklah mungkin ada. Dipahami secara nalar pun tidak akan bisa.

Akan tetapi kami cukup heran, karena ternyata masih banyak yang tertipu dengan para oknum yang mengatasnamakan paranormal kemudian membuka layanan uang balik. Yang tentu saja hal ini termasuk ke dalam penipuan. Maka dari itu, jika anda sedang terhipit ekonomi, janganlah menempun cara yang instan, jangan tergiur dengan sesuatu yang instan seperti uang balik, dana gaib, atm gaib, harta karun gaib dan sejenisnya. Berhati-hatilah dalam berusaha batin agat tidak kena tipu,